Friday, December 20, 2013

Browse Manual » Wiring » » » » » » » » » » Persyaratan mutlak yang harus dimiliki oleh sifat mekanik logam

Persyaratan mutlak yang harus dimiliki oleh sifat mekanik logam

Persyaratan mutlak yang harus dimiliki oleh sifat mekanik logam - Sifat mekanik logam merupakan sifat yang dimiliki oleh setiap logam adapun yang perlu diketahui mengenai Persyaratan mutlak yang harus dimiliki oleh sifat mekanik logam adalah sebagai berikut:

a. Kekerasan (hardness)
material harus tahan terhadap penekanan penetrasi atau indentasi. ini merupakan sifat yang berhubungan dengan sifat tahan aus (wear resistance) yaitu ketahanan pengikisan atau penggoresan pada suatu matrial.
b. Kekakuan (stiffness)
material harus mampuh menerima beban atau tegangan tanpa menimbulkan terjadinya difleksi atau deformasi.
c. Kegetasan (brittleness)
bahannya harus memiliki sifat tidak ulet atau harus rapuh. rapuh berarti sifatnya yang pecah dengan sedikit pergeseran permanent pada bahannya. dengan kerapuhan ini bisa menjadi sasaran pada beban regang, tanpa menimbulkan keregangan yang sangat besar. misalnya sifat kerapuhan yang dimiliki bahan ini seperti besi cor.
d. Ketangguhan (toughness)
bahan materialnya harus mampu menyerap sejumlah energi tanpa menimbulkan kerusakan.
e. Kekenyalan (elasticity)
materialnya harus bisa menerima tegangan tanpa menimbulkan perubahan bentuk yang permanen setelah tegangan dihilangkan, atau materialnya harus bisa kembali ke bentuk dan ukuran sebelumnya setelah mengalami deformasi (perubahan bentuk).
f. Keuletan (ductility)
materialnya harus bersifat ulet seprti kabel dengan aplikasi kekuatan tarik. juga harus kuat dan lentur. pengukuran keuletan dilakukan dengan suatu periode tertentu, dengan persentase keregangan. biasanya Sifat ini dipakai dalam bidang tekhnik, dan sifat yang dimiliki oleh bahan seperti ini diantaranya: tembaga, aluminium, besi lunak, nikel, dll.
g. Kelelahan (fatigue)
logamnya harus patah jika menerima beban bolak-balik dengan kekakuan elastiknya yang besarnya masih jauh di bawah batas
h. Kekuatan (strength)
materialnya harus mampuh menerima tegangan tanpa mengakibatkan patah pada material tersebut. dari jenis beban yang bekerja, kekuatan matrial ini dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis yaitu: kekuatan geser, kekuatan tekan, kekuatan tarik, kekuatan lengkung dan kekuatan torsi.
i. Plastisitas (plasticity)
material harus mengalami deformasi plastik tanpa mengalami kerusakan. material yang memiliki plastisitas rendah dianggap sebagai material yang getas. dan Material yang memiliki plastisitas tinggi dianggap sebagai material yang ulet.
j. Melar (creep)
logam harus mengalami deformasi plastik jika bebannya besar dan relatif tetap jika dilakukan pada suhu yang tinggi dalam waktu yang lama.

Tegangan
ketika beban atau gaya dari sistem eksternal terjadi pada benda kerja, gaya internal akan tampak dari dalam benda kerja baik berlawanan arah atau searah itu merupakan sebagai reaksi atas gaya eksternal tersebut. Stress atau ketegangan merupakan besarnya gaya internal yang datang per satuan luas bidang area pada benda kerja.

Shear Stress / Tegangan Geser
pada saat benda kerja menjadi sasaran dua kekuatan yang berlawanan atau sama, maka ini bergerak secara tangensial dengan sisi yang berlawanan, ini akibat dari setiap sisi dari benda kerja yang disebut shear stress. Dan yang berkaitan dengan regangan dikenal sebagai shear strain, yang diukur dengan sudut deformasi yang berdekatan dengan Tegangan Geser

Tensile Stress / Tegangan Tarik
merupakan suatu sifat bahan tegangan-regangan yang saling berhubungan, dan pada tarikan memberikan nilai yang cukup untuk merubah laju tegangan suhunya. misalnya kekuatan tarik lebih rendah seperti baja, duralumin dll.

Load
ini adalah sebagai kekuatan eksternal yang mensuport bagian dari sutau mesin. Beban ini terdiri dari 3 jenis, yaitu:
Beban kejut (shock load), jika beban dipakai dan dipindahkan secara tiba-tiba.
Beban tetap (steady load), dianggap beban tetap jika beban dalam keadaan diam yang mana benda itu tidak bisa berubah arah.
Beban gerak (variying load), jika beban bisa dipindahkan secara berlanjut.

Compressive Stress / Tegangan Tekan
hal ini terjadi jika suatu benda kerja yang menjadi sasaran aksial sama rata atau berlawanan, yang mana tekanan ini dikarenakan pada setiap sisi dari benda kerja ini menjadi compressive stress. Pertimbangan lain akan mengarahkan bahwa dengan adanya tegangan beban, akan ada penurunan penjang benda kerja yang mana perbandingan pengurangan panjang dengan panjang asli suatu benda kerja dikenal sebagai tegangan regangan.

Regangan
merupakan gaya yang diberikan pada suatu benda dimana suatu benda memberikan tegangan tarik maka benda tersebut juga mengalami bentuk perubahan.

Modulus Young
Hukum Hook mengungkapkan bahwa pada saat benda kerja pada sutu bahan bersifat elastis maka tegangan akan seimbang dengan regangan. yang mana E adalah konstanta maka dapat dikatakan modulus young, dan satuan yang digunakan adalah N/mm2 atau kg/cm3.

Bearing Stress / Tegangan Dukung
bearing stress terdapat pada bagian dari 2 area pada Pembatasan compressive stress. Bearing stress ini bisa dipakai untuk merancang penyambungan paku. Distribusi dari bearing stress ini tidak selalu sama melainkan bergantung pada bentuk permukaan benda kerja dan sifat-sifat fisik dari dua materialnya. Sedangkan distribusi tekanan akan sama. Bila pendistribusian stress sukar untuk ditentukan oleh sebab itu bearing stress umumnya diperhitungkan dengan membagi beban pada beberap area.

Bending Stress / Tegangan Tekuk
pada bidang tekhnik, bagian-bagian atau anggota structuralnya mungkin menjadi sasaran pada beban static atau dinamis yang dikatakan sebagai bending stress.

Demikianlah pembahasan mengenai Persyaratan mutlak yang harus dimiliki oleh sifat mekanik logam dan akan terus di uptodate sesuai dengan kemajuan teknologi.

No comments:

Post a Comment